Monthly Archives: July 2016

Karakter perkembangan balita

DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Perkembangan Fisik.

Perkembangan fisik terlihat begitu pesat di saat anak berumur 6 bulan pertama, setelah itu kecepatan pertambahan berat badan akan mulai terlihat menurun. Pola normal, sebab anak sudah mulai memiliki banyak aktivitas. Disaat bayi sudah berusia 6 bulan, dia sudah bisa merangkak (pada sebagian bayi), banyaknya aktivitas inilah yang menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan.

perkembangan anak

Perkembangan bayi berbeda dengan pertambahan berat badan, perkembangan tidak selalu bertambahnya berat badan anak, tapi juga menyangkut keahlian. Semakin bertambah umur anak maka semakin berkembang pula keahliannya, pertambahan keahlian ini akan terasa sangat nyata di usia mulai dari 6 bulan.

Berat badan bayi normal harus selalu menjadi acuan dalam deteksi dini dalam perkembangan anak balita. Selam berat badannya berada di kisaran normal maka orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Jangan membandingkan anak lain dengan anak ibu, misalnya anak tetangga yang seumur dengan bayi kita terlihat lebih gemuk, perlu diingat bayi gemuk belum tentu baik (sehat). bayi yang terlalu gemuk cenderung memiliki aktivits sedikit, sehingga dapat menghambat perkembangan itu sendiri.

Berat badan bayi normal sebaiknya harus tetap berada di area hijau pada grafik pertambahan berat badan anak di buku posyandu. Selam itu bisa terjaga dengan baik, maka scara fisik anak akan berkembang pesat.

Pada usia diatas 1 tahun biasanya anak sudah mulai bisa diajarkan (dilatih) berjalan, gunakan alat bantu berupa baby walker (kereta dorong) atau gendongan jinjing yang juga dapat digunakan untuk melatih anak cepat berjalan. Di usia 1.5 thun biasanya anak sudah mampu berjalan tanpa bantuan, saat ini dia juga sudah mampu mengucapkan 2 patah kata.

Di usia 2 tahun anak sudah bisa dilatih berbicara cepat, mengucapkan kalimat 3 patah kata lebih. Melatihnya harus dangan kesabaran. Hindari pencadelan, atau meniru-niru kecadelan anak, karena dia akan menganggap ucapannya sudah benar.

itulah seputar perkembangan pada balita, lebih lengkapnya lagi lihat di artikel sebelumnya tentang perkembangan bayi.

Membiasakan bayi tidur sendiri

Sangat sulit membiasakan bayi untuk bisa tidur sendiri, hal ini karena mereka masih harus menyusu ASI beberapa jam sekali. Kalau kita lihat bayi di luar negeri, mereka telah membiasakan anak mereka untuk tidur (memiliki kamar) sendiri sejak dini. Berbeda dengan budaya kita orang Indonesia, dimana anak masih dibiarkan tidur dengan orang tuanya hingga umur 7 tahun sekalipun.

Kebiasaan membiarkan anak tidur dengan orang tua ini hampir terjadi pada semua kita, mungkin sudah menjadi sebuah budaya kali yah. Pertanyaanya, apakah budaya orang barat lebih baik dari kita orang timur? saya rasa tidak juga.

Namun bila kita ingin membiasakan anak bayi bisa tidur sendiri, memang sebaiknya dilakukan sejak dini, mulai dari umur 1,5 tahun dimana kegiatan menyusu asi telah berkurang. Mungkin di awal-awal anak tidak akan mau bahkan menangis bila ditinggal di kamar sendiri, tapi pada akhirnya mereka akan terbiasa juga bahkan tidak mau tidur dengan orang tuanya.

image

Untuk membuat kebiasaan ini, mungkin ada baiknya si bayi dipindahkan ke kamarnya sendiri setelah ia tertidur. Bila ia terbangun di malam hari dan menangis, maka segera ditemani di kamarnya sendiri sambil menidurkannya kembali. Hal ini dilakukan secara berulang hingga dia benar-benar mampu dan  terbiasa tidur sendirian.

Tidak ada metode khusu untuk membiasakan anak bayi tidur sendiri, yang ada hanya metode pembiasaan secara berulang, sama halnya dengan membiasakan anak untuk buang air sendiri dengan toilet training. Kebiasaan secara berulang akan melekat di ingatan anak, dan kebiasaan akan membentuk kepribadian mereka.

semoga bermanfaat..