melatih anak tidak pakai popok

Kapan harus melatih anak tidak pakai pampers lagi?

Pertanyaan menarik, kapan saat yang tepat melatih anak untuk mandiri dalam urusan buang ari (toilet training). Kunci utama keberhasilan adalh ketika anak mampu melepas pakaiannya sendiri. Bila itu sudah bisa ia lakukan, sudah saatnya kita melatihnya untuk buang air sendiri di kamar mandi. Jadi tidak lagi dibutuhkan pampers.

anak lepas pampers popok tidak pakai

Ketika dia benar-benar menggunakan toilet independen (yang adalah apa yang seharusnya berarti istilah toilet pelatihan), anak Anda mampu untuk berpakaian dan menanggalkan pakaian sendiri. Alasan utama untuk beralih dari popok celana pelatihan adalah karena anak Anda tidak dapat menghapus popok nya sendiri. Jadi menjaga dalam popok hingga Anda dapat melihat tanda-tanda (seperti melelahkan, dengusan atau memegang alat kelamin nya) bahwa dia adalah tentang untuk pergi.

Tidak beralih ke pakaian sampai dia dilatih toilet. Karena pakaian benar-benar tidak dapat menahan atau menyerap limbah anak-anak, beralih anak ke pakaian sebagai cara untuk memaksa dia menjadi dilatih toilet adalah sering kesalahan.

Menulis memerlukan keterampilan yang sangat kompleks seperti integrasi visual motorik, kognitif dan perceptual , serta sensitifitas kinesthetik dan taktil (Maeland dalam Santoso, 2005 : 1). Profesiensi menulis memerlukan maturasi dan integrasi keterampilan tersebut termasuk kemampuan merencanakan gerak ( motoric planning ), hubungan ruang dan jarak, serta elemen kekutan otot tangan untuk mengerjakan aktivitas menulis (Conhil & Case Smith, Maeland dalam Santoso, 2005 : 1). Identifikasi komponen yang mendasari ketampilan menulis sangat diperlukan untuk mengetahui defisit yang dialami anak sehingga terapis dapat menentukan teknik dan strategi pembelajaran menulis yang sesuai dengan problem yang dihadapi anak. Beberapa uraian diatas, penulis tertarik untuk meneliti anak penyandang down syndrome dengan judul “MELATIH MOTORIK ANAK DOWN SYNDROME DENGAN METODE PERSIAPAN MENULIS DI TK PERMATA BUNDA SURAKARTA”.

Melatoh Anak berdasarkan Kategori aktivitas

Secara umum anak memiliki tiga katagori aktivitas yang biasa
dikerjakan yaitu : aktifitas bantu diri, aktif
itas bermain, dan aktifitas kerja anak.
Bentuk aktifitas kerja anak di sekolah meliputi akademik seperti membaca,
menulis, menghitung, serta pemecahan masalah (Amundson & Well dalam
Santoso 2005 : 1). McHale dan Cermak dalam Santoso (2005 : 1) meneliti
proporsi waktu yang digunakan anak SD pada murid SD kelas 2, 4, dan 6,
diketahui bahwa 31% sampai 60 % menggunakan waktunya untuk aktivitas
motorik halus, dan sebagian besar proporsi waktu tersebut digunakan anak
untuk melakukan aktivitas yang menggunakan kertas dan pensil seperti
menulis. Sisa waktu yang lain di
gunakan untuk melakukan keterampilan
motorik halus yang lain seperti aktivitas yang melibatkan keterampilan
manipulasi tangan.

Umumnya anak yang berumur 6 atau 7 tahun telah mampu menulis
dengan pemberian pembelajaran menulis
tradisional (Bargman & MeLaughlin
dalam Santoso, 2005 : 1). Penguasaan keterampilan menulis pada usia dini
akan memberi kesempatan pada anak untuk meningkatkan kemampuan
menulis pada level yang lebih tinggi seperti mengarang tanpa harus
memberikan pembelajaran mekanika dan teknik menulis (Martlew dalam
Santoso, 2005 : 1). Sebaliknya, bagi anak dengan kebutuhan khusus seperti
ADHD,
Autis, Asperger Syndrome
dan sejenisnya memerlukan perhatian khusus untuk membelajarkan keterampilan menulis pada mereka. Mereka
harus berjuang untuk belajar menulis dengan mencurahkan perhatian dan
energi dalam mempelajari keterampilan dasar menulis seperti
integrasi visual
motorik
, persepsi bentuk huruf, dan memegang pensil yang benar.   

Problem yang sering dihadapi anak dengan kebutuhan khusus yang
telah duduk dibangku sekolah adalah anak sering ketinggalan atau mengalami
kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Anak
menolak untuk belajar menulis karena merasa sulit untuk membentuk huruf
atau kesulitan menulis secara otomatis (Amundson & Weil dalam Santoso,
2005 : 1). Kesiapan (
readiness
) merupakan istilah yang menjelaskan
keterampilan dasar yang harus dicapai sebe
lum anak belajar keterampilan yang
baru (Slavin, Karweit, & Wasik dalam Santoso, 2005 : 2). Sovik dalam Santoso
(2005 : 2) menyatakan bahwa kesiapan menulis (
writing
readiness
) adalah
kemampuan anak untuk mencapai keterampilan menulis dengan adekwat yang
telah diberikan oleh seorang pengajar pada level yang sesuai dengan
perkembangan anak.

melatih anak berdasarkan kategori

Fakta yang terjadi adalah banyak orang tua yang mengajarkan
keterampilan menulis sebelum mereka
menguasai persyaratan yang harus
dikuasai anak untuk belajar menulis. Bila
anak dipaksa untuk belajar menulis
sebelum menguasai keterampilan menulis yang dipersyaratkan maka anak akan
terbiasa menulis dengan cara yang tidak benar. Bila hal ini terjadi terus
menerus maka kesalahan tersebut biasanya sulit dikoreksi (Weil &
Cunningham-Amundson dalam Santoso, 2005 : 2). Lamme dalam Santoso
8
(2005 : 2) mengidentifikasi enam persyaratan yang harus dikuasai anak untuk
mampu menulis, yaitu perkembangan otot-otot kecil tangan, koordinasi mata-
tangan, kemampuan untuk menggunakan alat tulis, kemampuan untuk
membuat coretan dasar seperti lingkaran dan garis-garis, memahami bentuk
huruf, orientasi pada bahasa tulisan. Beery dalam Santoso (2005 : 2)
menyebutkan sembilan bentuk geometri yang harus dikuasai anak untuk
mampu menulis, yaitu garis vertikal, garis horizontal, lingkaran, garis saling
horizontal dan vertikal, garis miring ke kanan, bujur sangkar, garis miring ke
kiri, garis saling miring, dan segitiga.

MELATIH MOTORIK ANAK

Kelainan khusus terhadap fisik atau mental pada anak dengan
kebutuhan khusus yang mempunyai
hendaya
perkembangan menghendaki
layanan pendidikan khusus sesuai Undang-Undang Republik Indonesia tentang
Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 1989 (dalam pasal 11 ayat 4 dan
pasal 38) dan dipertegas kembali dalam Undang-Undang Republik Indonesia
tentang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dalam pasal 32 ayat
1, bahwa “Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang
memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti poses pembelajaran karena
kelainan fisik, emosional, mental, sosi
al, dan atau memiliki potensi kecerdasan
dan bakat istimawa.” Pendidikan yang dimaksud dalam Undang-Undang
Republik Indonesia tentang Sistem Pendidikan Nasional (1989/2 dan 2003/20)
mempertimbangakan bahwa setiap siswa berbeda-beda dalam tingkat
pencapaian kemampuan belajarnya.

melatih anak

Tingkat kemampuan belajar menurut Cohen dan Manion dalam Bandhi
Delphie (2006 : 55) terdiri atas :
1.
High achievers,
yaitu peserta didik dengan pencapaian prestasi belajar
mereka di atas re-rata kelompok,
2.
Average achievers,
yaitu peserta didik dengan pencapaian prestasi belajar
mereka berada pada tingkat kecenderungan umum dalam kelompok,
3.
Low achievers,
yaitu peserta didik dengan pencapaian prestasi belajar
mereka di bawah re-rata kelompok.

Anak dengan kondisi
down syndrome
mengalami keterbelakangan
secara fisik dan mental, karena
down syndrome
merupakan
salah satu dari
penyebab retardasi mental, dimana anak-anak dengan retardasi mental
mengalami keterlambatan dalam berbahasa-bicara. Keterbelakangan mental ini
diakibatkan oleh adanya gangguan pada sistem saraf pusat dan dalam terapi
wicara kondisi seperti ini disebut dengan
dislogia.

Berbagai hambatan yang dialami oleh anak
down syndrome,
salah satu
diantaranya adalah hambatan kemampuan motorik. Kemampuan motorik
adalah kemampuan dalam gerakan-gerakan yang dilakukan oleh anggota tubuh
untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan. Menurut Tjutju Sutjihati
Soemantri (1995 : 165) perkembangan motorik anak
down syndrome
tidak
secepat anak normal. Ada keyakinan bahwa semakin rendah intelek seorang
anak akan semakin rendah pula kemampuan motoriknya, demikian pula
sebaliknya. Sedangkan menurut S. M. Lumbantobing (1997 : 39) meskipun
anak dengan
hendaya
(
impairment
) motorik mengkin mempunyai inteligensi
yang normal, namun keterlambatan dibidang motorik merupakan gejala yang
umum dijumpai pada reteradasi ment
al dan sering pula merupakan gejala pendahulu dari pada gangguan belajar (
learning disability
). Kemampuan
motorik anak
down syndrome
rendah, sebab inteligensi yang dimiliki anak
down syndrome
juga rendah.  

MELATIH KESABARAN ANAK DENGAN MERAJUT

Pelatihan pengembangan anak melalui merajut bukanlah tugas yang mudah. Hak merajut tutorial untuk anak-anak diperlukan agar anak-anak belajar dengan mudah. Tutorial tting kni saat ini tersedia dalam seni merajut masih menimbulkan kesulitan antara anak-anak dalam penerapan teknik rajut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah percobaan kualitatif yang menggunakan dua langkah tes, yaitu pra – menguji langkah, w hich digunakan tutorial merajut tersedia dalam seni merajut, dan t dia kedua adalah pengobatan, yang digunakan video tutorial sesuai dengan tutorial tersedia di Knitting seni.

melatih kesabaran anak

Kesabaran parameter digunakan sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari t dia pra – pengujian dan pengobatan. P atience p arameter menggunakan d skala diferensial untuk pengumpulan data. Dua langkah tes dilakukan pada lima siswa sekolah dasar Sekolah Dasar Internasional Temasek Bandung. Hasil dari perbandingan tes kedua menunjukkan peningkatan kesabaran dalam 4 siswa, sementara tidak ada perubahan ditemukan di 1 mahasiswa karena mahasiswa sudah punya nilai maksimum. Kenaikan tersebut membuktikan bahwa merajut menggunakan tutorial tepat dapat meningkatkan kesabaran anak umur di 7-8 tahun.

Continue reading

Anak Perlu dilatih sejak dini

Kepekaan  sosial  bukanlah  sesuatu  kemampuan  yang  dibawa setiap  anak sejak  lahir. Kepekaan  sosial muncul  dan  berkembang  dari  dan  melalui  pengalaman. Pengamalan belajar individu pada hakekatnya merupakan hasil dari interaksi antara pribadi individu dengan  lingkungannya. Karena  anak  lahir  dari  orang  tua  dan  besar  dalam  lingkungan

latih anak sejak dini – keluarga, maka penanaman kepekaan sosial adalah tugas pertama dan utama dari orang tua. Prinsip  pendidikan  kepekaan  sosial  adalah  lakukan  penanaman  di  rumah,  latihkan dalam sosialisasi dengan teman dalam lingkungan teman. 1.Latihan di rumahBagi anak, orang tua merupakan role modelbagi anak. Anak banyak belajar dengan meniru  apa  yang  dilakukan  oleh  orang  tua.  Tidaklah  berlebihan  ada  adagium  yang mengatakan, “jatuh buah tidak jauh dari pohonnya”.

Hal ini berarti bahwa orang tua tidak  dapat  mengharapkan  anaknyamemiliki  kepekaan  sosial  jika  orang  tuanya sendiri  tidak  berkepekaan  sosial. Keteladanan orang  tua  lebih  efektif  daripada  kata-kata.  Tindakan  berbicara  lebih  keras  daripada  perkataan  (actions  speak  louder  than words). Terkait  dengan  orang  tua  sebagai  role  model  kepekaan  sosial,  sayateringat  dengan salah seorang kerabat saat saya masih kecil dulu. Ayah dan ibu pada kerabat tersebut senantiasa mengajak anak-anaknya untuk merayakan ulang tahunnya di panti asuhan bersama  dengan  anak-anak  panti. 

definisi kepekaan sosial – Sang  orang  tua memiliki  tujuan  mengapa  ia merayakan ulang tahun anaknya di panti asuhan. Sang orang tua  mengajarkan pada anak  untuk  berbagi  dengan  sesama  tidak  seberuntung  dengan  sang  anak.  Apa  yang dilakukan oleh orang tua tersebut benar-benar membuat anak-anak mereka memiliki kepekaan   sosial   yang   tinggi,   yang   senantiasa   peduli   dengan sesama   yang berkekurangan.Cara lain yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menumbuhkan kepekaan sosial ada  anak  adalah  melalui  cerita  atau  dongeng. Melalui  cerita  anak  akan  lebih  mudah menangkap  pesan  yang  hendak  disampaikan.  Untuk  itu,  pilihlah dongeng dengan tokohyang dapat menjadi model untuk mengajarkan kepekaan sosial pada anak.

Latihan melalui sosialisasi
Melatih
kepekaan
sosial
anak
tidak
dapat
hanya
melalui
kegiatan
bercerita/mendongeng, berbicara dari hati ke hati,
ataupun
dengan
contoh
perilaku
dari orang tua.
Anak membutuhkan pengalaman langsung untuk belajar dari
lingkungan sosialnya. Sebagai contoh, anak belajar berbagi ketika
ia
bersosialisasi
dengan temannya.
Sang akan
akan merasakan secara langsung bahwa jika ia tidak
mau berbagi dengan temannya, maka temannya juga tidak akan berbagi dengan
dirinya.

kepekaan sosial menurut para ahli – Melalui sosialisasi dengan teman sebaya, baik di lingkungan rumah maupun di
sekolah, anak akan dapat mempraktek
kan secara langsung apa yang diajarkan oleh
orang tua di rumah.
Melalui sosialisasi dengan teman di lingkungan rumah
atau
sekolah
,
anak
lebih kaya akan pengalaman. Hasilnya akan berbeda bila ia hanya
bersosialisasi dengan anggota keluarga di lingkungan rum
ah saja
. Mari kita mendidik
anak

anak kita menjadi anak yang memiliki kepekaan sosial.
Selamat
mencoba !

Karakter perkembangan balita

DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Perkembangan Fisik.

Perkembangan fisik terlihat begitu pesat di saat anak berumur 6 bulan pertama, setelah itu kecepatan pertambahan berat badan akan mulai terlihat menurun. Pola normal, sebab anak sudah mulai memiliki banyak aktivitas. Disaat bayi sudah berusia 6 bulan, dia sudah bisa merangkak (pada sebagian bayi), banyaknya aktivitas inilah yang menyebabkan perlambatan pertambahan berat badan.

perkembangan anak

Perkembangan bayi berbeda dengan pertambahan berat badan, perkembangan tidak selalu bertambahnya berat badan anak, tapi juga menyangkut keahlian. Semakin bertambah umur anak maka semakin berkembang pula keahliannya, pertambahan keahlian ini akan terasa sangat nyata di usia mulai dari 6 bulan.

Berat badan bayi normal harus selalu menjadi acuan dalam deteksi dini dalam perkembangan anak balita. Selam berat badannya berada di kisaran normal maka orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Jangan membandingkan anak lain dengan anak ibu, misalnya anak tetangga yang seumur dengan bayi kita terlihat lebih gemuk, perlu diingat bayi gemuk belum tentu baik (sehat). bayi yang terlalu gemuk cenderung memiliki aktivits sedikit, sehingga dapat menghambat perkembangan itu sendiri.

Berat badan bayi normal sebaiknya harus tetap berada di area hijau pada grafik pertambahan berat badan anak di buku posyandu. Selam itu bisa terjaga dengan baik, maka scara fisik anak akan berkembang pesat.

Pada usia diatas 1 tahun biasanya anak sudah mulai bisa diajarkan (dilatih) berjalan, gunakan alat bantu berupa baby walker (kereta dorong) atau gendongan jinjing yang juga dapat digunakan untuk melatih anak cepat berjalan. Di usia 1.5 thun biasanya anak sudah mampu berjalan tanpa bantuan, saat ini dia juga sudah mampu mengucapkan 2 patah kata.

Di usia 2 tahun anak sudah bisa dilatih berbicara cepat, mengucapkan kalimat 3 patah kata lebih. Melatihnya harus dangan kesabaran. Hindari pencadelan, atau meniru-niru kecadelan anak, karena dia akan menganggap ucapannya sudah benar.

itulah seputar perkembangan pada balita, lebih lengkapnya lagi lihat di artikel sebelumnya tentang perkembangan bayi.

Membiasakan bayi tidur sendiri

Sangat sulit membiasakan bayi untuk bisa tidur sendiri, hal ini karena mereka masih harus menyusu ASI beberapa jam sekali. Kalau kita lihat bayi di luar negeri, mereka telah membiasakan anak mereka untuk tidur (memiliki kamar) sendiri sejak dini. Berbeda dengan budaya kita orang Indonesia, dimana anak masih dibiarkan tidur dengan orang tuanya hingga umur 7 tahun sekalipun.

Kebiasaan membiarkan anak tidur dengan orang tua ini hampir terjadi pada semua kita, mungkin sudah menjadi sebuah budaya kali yah. Pertanyaanya, apakah budaya orang barat lebih baik dari kita orang timur? saya rasa tidak juga.

Namun bila kita ingin membiasakan anak bayi bisa tidur sendiri, memang sebaiknya dilakukan sejak dini, mulai dari umur 1,5 tahun dimana kegiatan menyusu asi telah berkurang. Mungkin di awal-awal anak tidak akan mau bahkan menangis bila ditinggal di kamar sendiri, tapi pada akhirnya mereka akan terbiasa juga bahkan tidak mau tidur dengan orang tuanya.

image

Untuk membuat kebiasaan ini, mungkin ada baiknya si bayi dipindahkan ke kamarnya sendiri setelah ia tertidur. Bila ia terbangun di malam hari dan menangis, maka segera ditemani di kamarnya sendiri sambil menidurkannya kembali. Hal ini dilakukan secara berulang hingga dia benar-benar mampu dan  terbiasa tidur sendirian.

Tidak ada metode khusu untuk membiasakan anak bayi tidur sendiri, yang ada hanya metode pembiasaan secara berulang, sama halnya dengan membiasakan anak untuk buang air sendiri dengan toilet training. Kebiasaan secara berulang akan melekat di ingatan anak, dan kebiasaan akan membentuk kepribadian mereka.

semoga bermanfaat..

Membiasakan bayi tidur cepat

sangat penting sekali untuk membiasakan anak agar tidur cepat. Banyak sekali bayi usia 3 tahun yang suka begadang (tertidur diatas jam 12 malam). Sebenarnya pola tidur demikian tidak baik dalam membangun kebiasaan anak kela, kita tahu itu, yang mungkin kita herankan dan tidak tahu adala penyebab anak bayi susah tidur di malam hari.

http://bayi-perawatan.blogspot.com/

berikut ini salah satu penyebab utama anak bayi sulit tidur dimalam hari, “dia tidak tidur siang, tapi selalu tertidur di sore hari” ini pasti akan menyebabkan anak susah tidur di malam hari. Selain itu ada juga faktor karena anak kurang bermain di siang hari, hal ini juga sangat mempengaruhi pola tidur anak di malam hari. Biasanya bayi yang kurang teman beramain di siang hari, aka sulit tidur di malam hari hal ini karena mereka tidak lelah dan mengantuk.

bagaimana mengatasi bayi susah tidur? untuk mengatasi bayi susah tidur yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan anak agar tertip dalam pola tidur, jangan biarkan anak tertidur di sore hari. selain itu beri dia kesempatan untuk banyak bermain di pagi hingga sore harinya, hal ini akan sangat membantu agar anak terbiasa untuk tidur cepat di malam hari.

ada juga penyebab pengaruh ikut-ikutan pola tidur orang tuanga, jika orang tuanya suka begadang, biasanya bayi juga akan ikut-ikutan pola tidur tersebut, untuk itu jangan sesekalai si bapak atau ibu terlalu sering begadang. boleh saja begadang di malam hari asal si bayi sudah ditidurkan terlebih dahulu.

itulah tips singkat tentang pola tidur anak bayi semoga bisa bermanfaat… baca juga artikel lainnya tentang perkembangan bayi 3 bulan. pada halaman tersebut dijelaskan dengan lengkap tentang pola perkembangan bayi 3 bulan. semoga bermanfaat.

baca artikel lainnya:

  • Efek samping penggunaan kaca mata
  • Blog guru di indonesia
  • Bocoran !
  • The good liar’ is a ‘wicked’ library guest
  • Bahaya Menggunakan Softlens

    tahukah anda bahwa menggunakan softlens itu memiliki resiko? Banyak sekali orang tidak memperhatikan resiko yang bisa timbul karena penggunaan softlens dengan tujuan yang salah. Pada ilmu kedokteran mata dijelaskan bahwa penggunaan soflens sangat tidak dianjurkan bagi pemilik mata normal maupun mata sakit. Lebih baik menggunakan hardlens daripada softlens, walaupun harga hardlens jauh lebih mahal daripada softlens.

    Bila ingin lebih mudah maka sebaiknya gunakan saja kaca mata, karena efek samping penggunaan kaca mata jauh lebih kecil daripada harus menggunakan softlens. jangan menggunakan softlens hanya untuk kebutuhan penampilan. kegunaan softlen harus karena keharusan seperti, untuk membantu kita dalam pekerjaan.

    softlens yang baik untuk mata minus dan berdasarkan anjuran dokter hampir tidak ada. Mereka biasanya hanya menganjurkan pemakaian kaca mata atau hardlens. Kalaupun ada rekomendasi dari dokter biasanya mereknya adalah acuv** yang harganya diatas 300-an ribu.

    lebih jelanya lagi tentang softlens silahkan baca sumber dibawah ini:

    http://opticalist.blogspot.com

    atau cari di https://wikipedia.com

    Efek samping penggunaan kaca mata

    Banyak sekali orang saat ini menggunakan kaca mata sebagai alat bantu penglihatan. Sebelum menggunakan biasanya terlebih dahulu dikonsultasikan dengan dokter spesialis mata, tapi ini bisa saja tidak dilakukan dengan mencek kondisi mata di optik. Tapi cara kedua ini cenderung kurang aman, sebab belum tentu pemilik optik memahami tentang pemerikasaan mata secara baik dan benar sesuai dengan standar kesehantan mata.

    Di dokter spesialis mata kita juga akan mendapatkan tambahan ilmu tentang efek samping penggunaan kaca mata, baik untuk mata normal maupun dalam keadaan minus atau plus. selain itu, biasanya pengguna kaca mata juga ingin menggunakan softlens, sebagai pengganti kaca mata di waktu-waktu tertentu. Dalam hal ini kita juga harus memahami secara serius tentang efek samping penggunaan softlens pada mata agar tidak sampai terjadi kerusakan atau bertambah parahnya kerusakan pada mata tersebut.

    anjuran kesehatan tentang menggunakan softlens atau kaca mata bersertifikat iso dan CE sangatlah penting diperhatikan, sebab sertifikat tersebut menandakan bahwa alat bantu penglihatan yang akan kita beli sudah diperiksa sesuai standard keamanan berlaku untuk kesehatan mata.

    selain ISO saat ini sebagian lensa kontak dan kaca mata mencantumkan sertifikat SNI, tapi belum beberapa yang mencantumkan label tersebut. Efek samping penggunaan kaca mata bila sesuai dengan aturan berlaku bisa dikatakan tidak ada, tapi bila kita menggunakan dengan tujuan yang tidak sesuai bisa dipastikan kerusakan pada mata akan bertambah.   Baca juga efek samping penggunaan lensa pada mata normal secacra lengkap di sini.